Wednesday, September 9, 2009

Value Stream Mapping series (3): Persiapan Current State Map

www. Businessimprovements.blogspot.com

oleh A. Savuwan

Current state map ini adalah gambaran kondisi operasi yang terjadi pada proses saat ini, seperti dijelaskan pada series sebelumnya “ Apa itu Value Stream Mapping”, current state map akan menjadi gambaran besar, dan tidak akan menceritakan detail proses dari setiap proses. Current state map akan menggambarkan seluruh proses dari awal hingga akhir, sehingga kita memahami proses produksinya dan sumber inisiatif improvement.

Pengamatan Langsung Jalur Produksi



Pembuatan current state map dimulai dengan beberapa hal yang sederhana untuk memahami bagaimana kondisi lapangan berjalan dan sumber inisiatif yang mucul. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pengamatan ini, anatara lain:
- Melakukan pengamatan dari ujung awal proses sampai dengan akhir proses.
- Membuat catatan sederhana pada setiap proses dan item kritikal pada masing masing proses.
- Membawa stopwatch, sehingga anda dapat melakukan recheck cycle time pada proses, random check sebagai konfirmasi terhadapa data dan pada spesifik proses yang menurut anda “menarik”.
- Menanyakan langsung atau diskusi singkat diarea proses untuk memastikan pemahaman anda pada proses.
- Menggambarkan secara sederhana step by step proses sebagai draft.

Simbol dan informasi
VSM map memiliki simbol tersendiri dalam menggambarkan proses yang terjadi. Simbol ini akan menjelaskan proses yang terjadi dan informasi penting yang ada dalam proses tersebut. Terdapat beberapa simbol yang digunakan:


Simbol Keterangan

Supplier, Customer box.

Keduanya merupakan ujung dari proses, supplier ada di ujung awal dan customer di ujung akhir.





Data box


Berisi kumpulan informasi kunci mengenai kebutuhan customer dan kemampuan supplier.
Data box diletakkan dibawah customer box dan supplier box untuk menjelaskan informasi masing masing supplier dan customer.


Process


Box ini memberi informasi proses yang terjadi pada material tersebut. Proses dituliskan sebagai proses yang dilakukan pada material tersebut, nama mesin ataupun diskripsi lainnya yang menjelaskan apa yeng terjadi pada material tersebut dapat ditulis dibawahnya.
Box ini juga dituliskan jumlah manpower yang mengerjakan proses ini.

Inventory pile

Tanda ini adalah untuk menunjukkan adanya penyimpanan material. Material yang disimpan dapat berupa finish good, material yang akan diproses ataupun barang reject.



Supermarket

Adalah sangat mirip dengan inventory, hanya pada supermarket, digambarkan dalam bentuk rak di supermarket. Inventory type ini jumlah material yang disimpan dikontrol dengan tepat. Dengan menentukan batas bawah dan batas atasnya.
Pada supermarket juga ditentukan berapa jumlah yang optimal untuk mengisi dari rak tersebut (lot size).

Information box

Box ini berisi data bagaimana informasi disampaikan, seringkali berupa jadual.

Kanban card


Adalah kartu kontrol produksi yang digunakan jika line produksi tersebut sudah menerapkan system tarik. Kartu ini akan berisi informasi material apa yang dibutuhkan, jumlahnya dan waktu kapan diperlukan.

See

Tanda yang diartikan adanya proses untuk secara visula melakukan pengechekan pada material. Pengecheck ini ditujukan untuk menghitung inventory, dan signal untuk pengisian kembali.

Dorong

Adalah indikasi arus barang yang menunjukkan proses akan mendorong semua yang dihasilkan kepada proses berikutnya apapun yang terjadi, sehingga proses berikutnya akan selalu mengikuti proses ini.

Flow

Indikasi untuk proes yang benar benar mengalir lancar seperti halnya air didalam pipa.


Tarik.

Adalah indikasi bahwa proses hanya akan mengambil material jika proses tersebut membutuhkan. Proses akan mengambil dari finish good proses sebelumnya.
Pada system tarik, hanya akan mengambil dari inventory yang terkontrol jumlahnya (supermarket).

Kebutuhan data
Seringkali data menjadi kendala dalam melakukan analisa, data yang kurang akan mengakibatkan solusi yang bias dari permasalahannya. Data yang terlalu detil akan menjadikan kita terjebak dengan terlalu banyak pertimbangan yang mengakibatkan analisa terlalu lama dengan solusi yang kecil.
Untuk menggambar current state map diperlukan data data kunci sebagai innisiaotr adanya idea improvement. Antara lain
1. Cycletime, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses sejumlah satu satuan material.
2. Customer demand, atau yang akan disebut dengan Takt Time, jumlah material yang diminta customer dalam setiap satuan waktu. Ditunjukkan dengan satuan waktu/satuan material.
3. Jumlah orang yang bekerja pada masing masing step proses.
4. Inventory value, jumlah inventory yang tersimpat dalam setiap inventory yang ada didalam proses. Inventory ini selanjutnya akan diconvert dalam satuan waktu, dengan cara dibandingkan dengan kebutuhan customer.
5. Physical avalaibility, data reliabilitas equipment yang digunakan.
6. Used of availability, data penggunaan equipment dari PA yang ada.
7. Reject rate, data kerusakan yang muncul dari masing masing proses.
8. Data yang lain yang sekiranya kritikal dari proses tersebut, misalnya indikasi adanya bottle neck, inventory atau adanya proses yang khusus. Hal ini sering kali diperoleh selama walk plant trough dan diskusi.
Setelah persiapan sudah terlaksana dan data awal sudah diperoleh, proses berikutnya adalah design current state map.

Reff. Learning to see, by Mike Rother, John Stock

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home