Setting contextwww. Businessimprovements.blogspot.com
oleh A. Savuwan
Proses yang pertama dalam merencanakan improvement tentunya adalah dengan menentukan tujuan yang diinginkan dari improvement. Tujuan ini sangat penting untuk menuntun kita kedalam bagaimana dan cara yang tepat dalam melaksanakan improvement. Dasar melakukan improvement tentunya harus dikembalikan pada value dari masing masing stream yang diinginkan customer, sehingga improvement tidak salah arah dan tidak merugikan customer. Value stream mapping adalah tools yang sangat kompeten untuk menghilangan waste (sampah) dalam value stream yang kita tentukan.
Menghilangkan sampahImprovement bisa kita lakukan dengan menganalisa proses sehingga kita mendapatkan penghematan dari proses kerja. Penghematan pada proses akan langsung menghasilkan value baik dalam penghilangan proses ataupun menghilangkan potensi kita harus mengeluarkan uang (cost avoidance). Waste sering kali dikenal dengan istilah “TIMWOOD”
T unnecessary transportation
Adalah waste yang muncul dalam proses produksi yang memerlukan transportasi yang bolak balik, hal ini karena layout area kerja yang tidak bagus. Selain itu juga karena lokasi kerja yang berjauhan, pengiriman yang berulang dan berlebihan.
I Over inventory
Terdapat beberapa type inventory berdasar tujuan adanya inventory tersebut.
- Buffer stock, inventory yang ditujukan untuk mengatasi fluktuasi dari permintaan customer. Customer seringkali tidak memberi permintaan yang pasti dan jumlah yang tetap, sehingga diperlukan buffer untuk mengcover hal ini.
- Safety Stock, adalah inventory yang ditujukan untuk cover karena kita tidak yakin dengan kepastian supply dari proses sebelumnya dan reability dari peralatan kita. Misalnya supplier harus menempuh puluhan kilometer untuk sampai ditempat kita, kemudian peralatan yang sudah tua dan sering rusak.
- Work in progres, inventory yang adalah dalam proses produksi itu sendiri, dalam hal ini untuk proses yang panjang seringkali memiliki WIP yang banyak pula.
- Finish good, adalah inventory produk finish kita dengan standar kualitas sesuai yang inginkan customer.
Dalam konsep lean proses inventory harus dikurangi, disini kita akan mendapat potensi improvement proses mengingat kita harus mengupgrade reliabilitas dari peralatan kerja, supplier supply dan customer.
M Motions
Proses kerja memerlukan step by step proses kerja dan seringkali proses ini harus berpindah tempat (meja). Pemindahan yang berulang apalagi dengan jarak yang berjauhan akan menimbulkan waktu dan effort yang berlebihan. Approval yang berbolak balik juga menjadi indikasi adalam over motions.
W Waiting.
Menunggu adalah pekerjaan yang tidak menguntungakan, hal ini sering kita temui. Perbedaan kecepatan proses (Cycle time) antar proses kerja menjadi sumber adanya waiting.
O Overproduction
Produksi yang berlebihan akan menimbulkan inventory, waiting dan potensi produk defect yang tidak terkontrol. Produksi harus diatur sesuai dengan ritme yang dinginkan oleh customer, sehingga produksi hanya akan menghasilkan sesuai permintaan customer.
O Over processing
Kualitas memang sangat penting untuk kelangsungan bisnis, namun kualitas yang berlebih juga akan menimbulkan cost yang berlebih dan tentunya ini akan menjadikan overcost yang tidak diinginkan oleh customer.
D Defect.
Tentukan cacat produk tidak dinginkan oleh customer, cacat yang tidak terkontrol berawal dari produksi yang berlebihan dan pengontrolan kualitas yang tidak menyeluruh.
Daftar waste diatas dapat menjadikan arahan bagi kita semua untuk memulai melihat dimana adanya potensi improvement. Pemahaman mengenai waste ini harus selalu diberikan kepada team member sehingga team member lebih fokus dan paham mengenai apa yang akan dicapai.
Penentuan team member
Team member akan sangat penting untuk keberhasilan dalan menganalisa suatu proses, team member level akan mempengaruhi detail level dari analisa. Team member dilevel operational di department akan sangat mudah dan detail dalam menggali detail proses. Team member pada level management akan melihat proses secara big picture dan akan menghasilkan gambaran luas mengenai proses dari supplier ke customer. Management diperlukan dalam proses analisa ini agar team memperolah komitmen dari management dan gambaran besar rencana bisnis yang akan ditempuh management.
Value stream setting context melibatkan team member dari level managerial dengan tujuan :
- Managerial level dapat dengan mudah memahami tujuan analisa.
- Memberikan komitment atas pelaksanaan analisa dan hasilnya.
- Managerial level akan dapat menghubungkan departement satu dengan yang lainnya.
- Menyediakan resource yang diperlukan untuk analisa.
Demikian kita melakukan setting context dan memperoleh beberapa hal diatas team bisa melanjutkan pada proses persiapan current state map.
Labels: Business improvement, Improvement tool, VSM